Yahya

  • Edukasi /
    17 May 2016

    Plis! Jangan Bakar Buku

        Karena setiap lembarnya, mengalir berjuta cahaya Karena setiap aksara membuka jendela dunia Kalimat di atas merupakan potongan lirik lagu dari Efek Rumah Kaca yang berjudul ‘Jangan Bakar Buku’. Ya, kalimat tersebut sangat layak menjadi cerminan Pelaksana tugas Ketua Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Dedi Junaedi yang mendukung pemberangusan terhadap buku-buku berisi pemikiran kiri. Sikap Dedi yang pro terhadap pembakaran buku kiri secara tidak langsung membuka keran munculnya pelaku librisida (sebutan untuk penghancuran buku). Tentunya, ini akan menjadi kiamat bagi masyarakat Indonesia dalam ...
  • Edukasi /
    14 May 2016

    Pendidikan Seks Jalan Terbaik

                Apa yang ada dibenak Anda ketika mendengar kasus pemerkosaan yang dilakukan 14 pemuda terhadap Yuyun, siswi kelas VIII SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Biadab, sedih, bersimpati, menyesalkan, atau mengutuk. Ya, tentunya peristiwa ini memudarkan energi positif kita yang kemudian berubah menjadi sebuah senjata kotor yang diarahkan kepada para pelaku. Peristiwa pemerkosaan ini mengundang reaksi keras dari masyarakat Indonesia. Ironisnya lagi, beberapa media asing turut menyoroti peristiwa naas yang dialami Yuyun. Dengan keyakinan ha...
  • Edukasi /
    11 May 2016

    Penyakit Lama Bernama Komunistophobia

              Sepekan ini masyarakat Indonesia digemparkan atas pemberitaan media massa mengenai atribut palu arit: lambang partai terlarang, Partai Komunis Indonesia (PKI). Penyitaan atribut yang diduga sebagai bangkitnya PKI terjadi di Medan, Jakarta (Blok M), hingga Maluku. Aparat keamanan dengan sigap langsung mengamankan atribut beserta para pemiliknya. Indonesia kali pertama mengenal ajaran marxisme-komunisme pada 1913, lewat pria asal Belanda bernama Henk Sneevliet yang kemudian melahirkan Indische Sociaal-Democratische Vereniging (ISDV) yang kemudian berganti menjadi PKI dan langsung melebarkan sayapnya ...
  • Sport /
    8 May 2016

    Stadion Wibawamukti Bekasi Tak Berpenghuni

            Beberapa tahun belakangan ini stadion-stadion megah di Indonesia terus bermunculan. Perubahan dilakukan untuk menekankan standar internasional. Mulai dari kemewahan lingkar dalam stadion; fasilitas pendukung, kapasitas kursi penonton, serta papan skor digital. Sementara di luar lapangan nampak ada perbaikan dengan memanfaatkan sterilisasi lahan parkir sampai jalur lalu lintas suporter. Tentunya, penampakan stadion  kelas dunia menjadi salah satu progres bagus, termasuk apa yang terjadi dengan Stadion Wibawamukti di Kabupaten Bekasi. Tidak ingin ketertinggalan dalam penyediaan stadion se...

Author

Pena Raharja
uyayyahya140@gmail.com

Juru tulis halaman olahraga Harian Pagi Radar Bekasi

Recent Post

Recent Comments

test